Selasa, 11 November 2014

Jalan ini, Sang Waktu & Diam..

Menyisir jalan lewati layar kaca..
Melihat keramaian dipenuhi ratusan roda-roda berjasa..
Tetap saja sepi..
Saat pikir hati ditemani kata..
Pandangan kosong entah kemana..

lelah hari ini, terbayangkan dari sini..
aku melangkah berjalan menapaki jalan ini
aku butuh secangkir coffee..



Aku terpaku pada satu kisah unik..
ya, ini tentang aku, dia dan dunia kita..
banyak hal tergambar, puluhan bulan terlewati sudah dan ratusan cerita tercipta..

waktu yang selalu berlari menarik kita dalam kedewasaan..
tak seperti dahulu waktu kita bertemu saat masih seumur jagung..

Diam selalu jadi teman,..
Diam selalu jadi bahasa yang unik kita,..
dengan Diam semua cerita itu ada..
Diam adalah segalanya untuk kita..
ada banyak keputusan yang kita buat untuk bisa tersenyum, menangis, marah, kesal, cemburu dan senang..
semua ada dalam 1 paket dan ku tuang dalam satu kisah perjalanan yang tertulis tentangnya..
(tak bosan ku membacanya)

ya, aku dan dia.. kita memiliki dunia sendiri..
dunia yang belum tentu dipahami oleh banyak orang..
tp diluar sana selalu berkata "ya itulah mereka",
dunia yang dipenuhi tulisan-tulisan dan bahasa abu cuma kita yang tahu apa artinya itu..
aku selalu ada dihatinya (kata dia) begitupun sebaliknya..
namun pakah selalu hanya didalam hati ? hmmm...
terlintas dulu niat untuk menyatukan semuanya, namun sang waktu berkata beda..
kita hanya duduk Diam dan melihatnya itu terjadi..
kadang aku lelah dan dia pun lelah, tp kenapa masih saja ada ruang itu..
kita memang tak akan pernah menang melawan waktu..

sekarang, kita tak lagi memaksakan keadaan..
aku jalani kehidupanku begitupun dia dengan kehidupannya..
hari demi hari dilewati tak terasa membawa kita ke senja yang sekarang ini..
cara bicara, cara berfikir, cara bersikap mungkin ada yang berubah..
segaja atau tidak, sadar atau tidak sadar kita tak menyinggungnya sama sekali..
membiarkan berjalan apa adanya..
menyimpan asa itu dalam kantung hati dan hanya kita sendiri yang tau..
kadang menyangkalnya bila perlu, agar tetap hanya kita yang tahu..


"berdiri menunggu diujung muara" kata-kata itu selalu punya arti tersendiri..
kemarin, saat ini, nanti... kita tak akan pernah tau apa kata sang waktu nanti..
detik tidak pernah melangkah mundur,
tapi lembar-lembar asa itu selalu ada untuk siap ditulis..
hari tak pernah terulang,
tapi pagi selalu datang menawarkan cerita yang baru (aku selalu suka akan pagi)..
kita akan selalu berteman Diam..


biarkan dia (waktu) bicara..

tak terasa sudah sejauh ini aku berjalan.. i need to go home..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar